in

Ruang Ekonomi KAHMI

Finance Director PT Insan Cita Mandiri Sejahtera, Fathorrahman Fadli. Foto Tilik.id
Finance Director PT Insan Cita Mandiri Sejahtera, Fathorrahman Fadli. Foto Tilik.id

Oleh Fathorrahman Fadli, Finance Director PT Insan Cita Mandiri Sejahtera

Dunia tiba-tiba saja berubah secara dramatis. Lalu, banyak orang merasa tertinggal jauh di belakang, terutama dalam perkara ekonomi mereka. Apakah mereka salah langkah? Tidak juga karena sebagian besar dari anak-anak umat itu tidak lagi cermat melihat tanda-tanda zaman yang tidak saja berubah secara eskalatif, tetapi juga lifted.

Zaman yang berubah itu menghantam dengan keras para alumni HMI, termasuk menggerogoti dunia yang menjadi ladang-ladang utama mereka: politik. Peminggiran peran yang signifikan dalam politik ternyata sangat berpengaruh pada dunia lainnya, ekonomi, sosial budaya, agama, hingga pendidikan. Politik lalu berubah menjadi dunia yang mahal sekali ongkosnya. Sebab itu, kader-kader HMI, yang mayoritas hanya menyiapkan diri sebagai kapitalis sumber daya manusia, terpaksa harus tunduk pada hukum-hukum politik atas nama kekuatan uang. Di sini, mereka menjadi gamang melangkah. Sebab, dunia politik kemudian dikuasai kaum kapitalis.

Pascareformasi, panggung politik menjadi pasar bebas yang menjadi santapan empuk para kapitalis modal. Situasi pasar bebas itu kemudian menghantam kader-kader HMI yang tidak punya uang dan modal yang cukup untuk bertarung dalam setiap perhelatan politik.

Perhelatan politik lalu menjadi tidak mungkin digerakkan tanpa uang. Di sini, kader HMI menghadapi dilema moral: ikuti dan berenang di atas arus atau justru mengadang arus itu. Keduanya adalah pilihan yang tidak mudah. Kedua pilihan itu membawa konsekuensi yang mesti ditanggung masing-masing. Namun, jika dicermati, kader-kader HMI akan bergerak ke seluruh penjuru jika tanpa dikomando secara mekanis. Semua pos-pos politik strategis di partai politik dan pemerintahan mereka kuasai.

Baca Juga :  Non-profit Wajib Merapat! Bantuan Senilai ±150jt Per Bulan Khusus Yayasan Non-profit

Hal itu ternyata tidak juga efektif sebab mereka tidak mampu meraih posisi puncak yang menentukan kebijakan partai. Akhirnya, mereka tersudut pada posisi periperal di partai politik. Daya dukung ekonomi tidak berpihak pada kader HMI yang sejak awal lebih menggeluti dunia aktivisme, yang berpijak pada kemampuan memelihara idealisme intelektual, di saat dunia politik dijarah oleh kaum kapitalis. Namun, kader HMI tidak mau menyerah pada keadaan. Di antara mereka banyak juga yang memanfaatkan kemampuan yang ada untuk dinegosiasikan dengan yang sebagai prasyarat untuk eksis. Namun, usaha tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan dalam mewujudkan mimpi-mimpi ideal seorang kader. Bahkan, tidak jarang di antara mereka justru terjadi aksi bantai karena berebut kue ekonomi yang terbatas itu.

Perluas Ruang Ekonomi
Melihat realitas di atas, rasa-rasanya kondisi ekonomi kader-kader alumni perlu mendapatkan perhatian yang serius. KAHMI sebagai tempat berkumpul para alumni dari berbagai cabang di seluruh Indonesia harus mengambil langkah-langkah strategis yang terukur dan dapat direalisasikan dalam skema jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

KAHMI harus mendorong kader-kadernya untuk bersama-sama masuk pada dunia entreprenuership guna mendongkrak ekonomi umat. Ruang bisnis harus kita buka seluas mungkin agar energi kader HMI tidak bertikai di ruang-ruang sempit dan terbatas di bidang politik.

Sementara ruang politik tetap dikerjakan secara serius dan profesional, dalam jangka waktu tertentu di antara kader HMI akan terjadi prosperity yang mengagumkan. Pada titik ini, KAHMI harus membangun sinergitas antarkader yang bergelut di bidang politik dan ekonomi untuk saling mengisi, membesarkan mereka. Jika hal itu terjadi, maka KAHMI akan menjadi kekuatan raksasa di bidang ekonomi dan politik yang terlatih dengan baik.

Baca Juga :  KAHMI Ganding Sumenep Salurkan Bantuan bagi Anak Yatim

Skill Manajerial Bisnis
Jika kesadaran ekonomi sudah menancap di kepala setiap kader HMI, maka hal yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan manajerial bisnis yang harus ditingkatkan. Dengan kemampuan manajerial bisnis, maka setiap kader HMI akan berpotensi meraih sukses besar di bidang ekonomi.

KAHMI sebagai eksponen penting dalam tubuh umat Islam sejatinya memiliki resources yang sangat besar di bidang sumber daya manusia, positioning sosial, dan kelembagaan politik, dan berbagai lapangan pengabdian pada masyarakat bangsa dan negara. Sebaran kader HMI di berbagai tempat dan posisi membutuhkan orkestrator yang cerdas dan cekatan agar seluruh potensi itu bisa menyanyi dengan nada dasar yang sama: kemajuan ekonomi umat. Oleh karena itu, menjadi tugas Majelis Nasional KAHMI untuk mengorkestrasi hal tersebut dalam rencana strategis organisasi yang mumpuni: rasional dan aplikatif. Berbagai rintisan dan terobosan ekonomi mesti segera dibangun secara sinergis antara Majelis Nasional, Majelis Wilayah, dan Majelis Daerah. Jejaring KAHMI yang semula lebih berorientasi politik kita geser sekian derajat pada bidang ekonomi. Dengan demikian, usaha memperluas ruang ekonomi di KAHMI terwujud.

K.Pay sebagai Rintisan
Majelis Nasional KAHMI telah mendirikan perusahaan digital PT Insan Cita Mandiri Sejahtera. Perusahaan tersebut dibangun dengan tata kelola yang berbasis pada prinsip-prinsip korporasi modern. Melalui perusahaan tersebut, kami bertekad menjadi holding company yang melahirkan anak-anak perusahaan yang spesifik di bidang masing-masing. Untuk sementara, PT Insan Cita Mandiri Sejahtera akan berkhidmat menjadi perusahaan digital yang melayani usaha payment point di kalangan umat Islam, khususnya KAHMI dan HMI. Sehingga, seluruh transaksi perbelanjaan alumni HMI, mulai pembelian pulsa listrik, handphone, top up tiket jalan tol, tiket pesawat, transfer antarbank, dan sejenisnya bisa dilakukan melalui fasilitas digital payment point yang kami kemas dalam KAHMI Payment (K.Pay).

Baca Juga :  Lawan Rentenir, KAHMI Mojokerto Usulkan Pembentukan Lembaga Keuangan Syariah

Seiring dengan waktu, K.Pay akan memperluas ruang bisnisnya di bidang digital menjadi marketplace yang lebih luas dengan menampilkan jutaan barang dan jasa, sebagaimana Lazada, Tokopedia, dan sejenisnya.

Potensi Pasar Luas
Jika kita cermati dengan saksama, KAHMI sebagai organisasi besar berkaliber nasional bahkan internasional sejatinya adalah captive market yang aduhai besarnya. Potensi pasar yang besar itu harus segera didayagunakan untuk meningkatkan economic capacity umat yang lagi terpuruk. Jika ini diarahkan dan dikelola dengan baik, maka taraf ekonomi umat kita akan bergerak maju secara dramatis.

Selama ini, kita tidak menyadari bahwa potensi ini telah lama dimanfaatkan kekuatan dan kelompok lain yang sesungguhnya secara ideologis adalah musuh umat dan bangsa. Oleh karena itu, inilah momentum yang tepat bagi kita semua untuk bersatu padu mengurus ekonomi kita secara bersama-sama. Insyaallah, langkah-langkah kebaikan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari jalan-jalan menuju takwa.

Sumber :

Fatah S

Berkarier di industri media sejak 2010 dan menjadi penulis buku.