in

Denny JA: Satupena Ikut Bangun Negara Literasi

Kahminasional.com, Jakarta- Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA menginginkan Satupena ikut membangun Indonesia sebagai negara literasi.

“Satupena harus mencari cara ikut membangun Indonesia sebagai negara literasi. Ruang publik Indonesia jangan hanya didominasi oleh isu politik dan ekonomi, tapi juga harus diwarnai karya sastra dan kegiatan budaya,” kata Denny JA dalam keterangan tertulis yang didapat Kahminasional.com

Pesan itu disampaikan Denny JA dalam pertemuan tahunan Satupena, secara hybrid, webinar dan tatap muka, Kamis, (31/3/2022).

Tercatat pertemuan nasional penulis itu diikuti 456 peserta dari 34 Provinsi, dari Aceh hingga Papua.

Denny sapaannya, menyampaikan realitas organisasi penulis di Indonesia. Indonesia sudah 76 tahun merdeka, tapi tak hadir organisasi penulis yang usianya di atas 10 tahun.

Di luar negeri, banyak ditemukan organisasi penulis yang usianya di atas 100 tahun, seperti di Amerika Serikat atau di Eropa.

Bahkan di India, yang merdeka lebih telat dibanding Indonesia, juga memiliki organisasi penulis yang usianya lebih tua dibandingkan usia kemerdekaan negaranya.

Baca Juga :  Ombudsman Nasihati Pertamina biar Kilang Minyak Tidak Lagi Terbakar

Menurut Denny, perlu tiga hal sekaligus untuk membangun organisasi penulis yang kokoh; visi organisasi yang sesuai dengan zamannya, leadership yang kuat, dan dana yang memadai.

Selama ini, sambung Denny, tiga hal itu yang tak hadir sekaligus di organisasi penulis.

Denny juga berkisah tentang Satupena yang kini dipimpinnya. Ketika ia terpilih secara aklamasi di bulan Agustus 2021, organisasi satupena terpecah dua, dan memiliki kepengurusan kembar.

“Mudah sekali organisasi penulis pecah,” tegas Denny.

Yang pertama saya kerjakan setelah menjadi ketua umum, menyatukan kembali organisasi. Secara hukum, harus hanya satu organisasi yang memiliki nama Satupena.

Hanya perlu satu bulan, di bulan September 2021, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) hanya mengesahkan Satupena Denny JA.

Di bulan Januari 2022, Satupena pihak sana berganti nama. Praktis hanya membutuhkan waktu 4 bulan, Denny JA berhasil membuat organisasi Satupena menjadi satu kembali.

Baca Juga :  Muhammad Fauzi Tagih Janji Kemenhub Bangun Kereta Api Sulsel

Denny pun bergerak cepat. Segera ia membentuk kepengurusan penulis di 34 provinsi.

Bulan Febuari 2022, Denny melantik koordinator Satupena di 34 provinsi dan koordinator 6 pulau: Sumatra, Jawa, Bali-NTB-NTT, Sulawesi, Kalimantan dan Papua- Maluku.

Belum setahun kepemimpinannya, Satupena kini memiliki Satupena TV. Hingga bulan Maret 2022, Satupena TV sudah mempublikasi lebih dari 40 video soal 40 proses kreatif penulis fiksi dan non-fiksi.

Satupena juga menyelenggarakan webinar mingguan soal buku dan peristiwa bermakna bagi wawasan penulis. Hingga Maret 2022, sudah terselenggara 32 seri webinar.

Satupena juga sudah memilih 100 buku yang membentuk batin Indonesia sejak era kolonial. Enam dari 100 buku itu sudah diterbitkan ulang.

Banyak lagi program Satupena lainnya; seperti koneksi penulis ke dunia industri. Juga kerjasama dengan aneka stakeholders memerangi pembajakan.

Baca Juga :  Direktur Eksekutif LSI: Mayoritas Responden Menolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Untuk temu darat, satupena juga mempopulerkan program Book and Music yang kini sudah terselenggara di banyak provinsi.

Dalam pertemuan tahunan Satupena di bulan Maret, para penulis di berbagai daerah banyak mengangkat isu penting.

Isu penting itu antara lain perlunya karya lokal lebih diperhatikan. Juga soal peningkatan kesejahteraan penulis. Juga soal dana untuk kegiatan penulis yang dirasakan kurang.

Turut berbicara dalam pertemuan tahunan penulis itu: Chappy Hakim selaku ketua dewan penasehat Satupena. Juga berbicara Aji Sulaeman selaku Bendahara Umum Satupena yang banyak menjelaskan sisi keuangan.

Denny sendiri selama kurang dari setahun kepemimpinannya sudah menyumbangkan dana lebih dari satu milyar rupiah untuk menggerakan organisasi satupena.

Di atas semua itu, kata Denny, penulis di wilayahnya masing masing sekecil apapun harus ikut membangun wilayahnya menjadi desa literasi, kota literasi, provinsi literasi dan negara literasi.

Sumber : Denny JA, Akun FB Denny JA